Saturday, September 10, 2011

Mani Wanita

Seorang remaja perempuan bertanya kepada saya: "Ustaz, orang perempuan keluar mani juga ke? Kalau keluar macam mana nak tahu? Risau juga takut dah keluar tetapi tak mandi wajib, jadi macam manalah dengan ibadat saya selama ini".

Ummu Sulaim r.a berkata "Aku tidak mau menahan diri dari bertanya tentang perkara yang memang aku perlukan."

Menahan diri dari bertanya tentang perkara yang diperlukan bukanlah suatu kebaikan, bahkan kejelekan.

Ummu Sulaim ra, isteri Abu Thalhah ra datang menemui Nabi saw dan bertanya:

يَا رَسُوْلَ اللهِ، إِنَّ اللهَ لاَ يَسْتَحْيِي مِنَ الْحَقِّ، هَلْ عَلَى الْمَرْأَةِ مِنْ غُسْلٍ إِذَا هِيَ احْتَلَمَتْ؟ فَقَالَ رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: نَعَمْ، إِذَا رَأَتِ الْمَاءَ

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu (untuk menerangkan) kebenaran.

Apakah wajib bagi wanita untuk mandi apabila ia ihtilam (mimpi keluar mani). Dalam riwayat Al-Imam Ahmad disebutkan bahawa Ummu Sulaim ra berkata:

يَا رَسُوْلَ اللهِ، إِذَا رَأَتِ الْمَرْأَةُ أَنَّ زَوْجَهَا يُجَامِعُهَا فِي الْمَنَامِ أَتَغْتَسِلُ؟

“Ya Rasulullah, apabila dalam mimpinya seorang wanita melihat suaminya menggaulinya, apakah ia harus mandi?”

Rasulullah saw menjawab: “Iya, bila ia melihat air (mani saat terjaga dari tidurnya).” ( HR. Al-Bukhari no. 282, kitab Al-Ghusl, bab Idza Ihtalamatil Mar’ah dan Muslim no. 313 kitab Al-Haidh, bab Wujubul Ghusl alal Mar’ah bi Khurujil Mani minha)

Telah diketahui secara umum bahwa lelaki mengeluarkan air mani, baik dalam keadaan tidur (karena mimpi/ihtilam) ataupun terjaga, dengan syahwat ataupun tidak.

Berbeda halnya dengan keadaan wanita, perkara demikian masih samar bagi sebahagian orang.

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani ra berkata setelah membawakan hadis Ummu Sulaim ra: “Dalam hadis ini terdapat bantahan terhadap orang yang menganggap mani wanita tidak keluar, diketahui si wanita keluar mani hanya dengan syahwat (namun tidak memancar keluar sebagaimana mani lelaki).” (Fathul Bari, 1/505)

Kesimpulannya, jelaslah bahawa sebenarnya wanita juga mengeluarkan mani sebagaimana lelaki. Ia keluar dalam dua keadaan samada kerana syahwat ataupun mimpi.

Bagaimana pula untuk mengetahui keluarnya mani tersebut. Ianya sedikit samar kerana mani wanita tidak memancar seperti mani lelaki seperti yang disebutkan oleh ibnu hajar di atas.

Ulama mengatakan bahawa sifat mani wanita berbeda dengan mani lelaki, seperti keterangan Rasulullah saw dalam sabdanya:

إِنَّ مَاءَ الرَّجُلِ غَلِيْظٌ أَبْيَضُ وَمَاءَ الْمَرْأَةِ رَقِيْقٌ أَصْفَرُ

“Sesungguhnya mani laki-laki itu kental putih sedangkan mani wanita lembut tipis berwarna kuning.”

Al-Imam Al-Mawardi rahimahullaah berkata: “Ketahuilah, sifat mani laki-laki berbeda dengan mani wanita. Mani lelaki (berwarna putih) kental, bau/aromanya seperti bau mayang pohon kurma.

Sifat ini ada bila keadaan (si lelaki) normal dan sihat.

Adapun mani wanita berwarna kuning lembut tipis, tidak mengandung aroma mayang pohon kurma.” (Al-Hawil Kabir, 1/214)

Al-Imam Nawawi ra menambahkan bahwa mani itu keluar dengan memancar, curahan demi curahan, keluarnya dengan syahwat dan terasa nikmat saat keluarnya, diikuti dengan melemahnya badan.

Aromanya seperti mayang pohon kurma

Jika kering baunya seperti bau telur. (Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, 2/120)

Dengan demikian ada tiga kekhususan mani yang bisa dijadikan sandaran untuk membezakannya dari yang lain:

1) Keluarnya dengan syahwat diikuti dengan melemahnya badan

2) Aromanya seperti aroma mayang pohon kurma

3) Keluarnya dengan memancar

Manakala bagi wanita, terkadang memutih kerana kuatnya.

Ar-Rauyani berkata: “Aromanya seperti aroma mani laki-laki.”

Berdasarkan hal ini, mani wanita memiliki dua perkara khusus yang dapat dikenali dengan ada salah satu darinya. (Al-Majmu’, 2/160-161)
1) terasa nikmat dengan keluarnya, diikuti dengan melemahnya syahwat

2) aromanya seperti aroma mani laki-laki.


Wallahu a'lam

No comments:

Post a Comment